Tips Agar Anak Balita Mau Menggunakan Masker

Bismillah. Musim wabah ini memang sudah nyata mampu mengubah gaya hidup kita dengan instan. Dari yang sebelumnya kita sering mengabaikan cuci tangan, sekarang justeru jadi kewajiban semua orang. Atau yang sebelumnya suka males cuci buah dan sayur pakai sabun, sekarang malah sampai digosok-gosok pake spons cuci piring atau sikat (pengalaman pribadi banget ini, hehe).
Selain itu protokol keluar rumah juga wajib ditaati. Satu contoh yg menjadi urutan pertama protokol keluar rumah adalah memakai masker. Bagi kita orang dewasa, gampang saja mengenakan masker. Karena kita paham mengapa dan untuk apa kita memakai masker tersebut. Lalu bagaimana dengan anak-anak balita yg ingusnya saja mereka tidak mampu bersihkan bahkan tidak mereka sadari keluarnya? Hehe
Apakah mereka tau apa itu masker dan apa kegunaannya?
Ini tentu menjadi tantangan yg sangat membuat para orang tua merasa was-was dan khawatir untuk keluar rumah bersama anak balitanya.
Berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa teman yang memiliki anak usia balita, berikut rangkuman tips agar anak balita mudah untuk diarahkan memakai masker:

  1. Berikan contoh
    Sebab anak balita doyan sekali meniru orang dewasa di sekelilingnya, jadi sebagai orang tua, perlihatkanlah pada anak bahwa ibu, ayah, nenek, kakek, kakak, bibi, dsb juga selalu mengenakan masker setiap keluar rumah. Sampaikan pada semua anggota keluarga di rumah agar turut serta menyontohkan anak balita Anda untuk memakai masker. Tapi perlu diingat, contohkan sekaligus tunjukkan kegembiraan setiap memakai masker. Sebisa mungkin untuk menunjukkan bahwa memakai masker adalah hal yang menyenangkan.
  2. Belikan Masker Karakter
    Sebagai anak, tentu mereka dalam masanya menyukai hal-hal yang mencolok dan beraneka bentuk. Hal ini insyaa Allah tepat sekali untuk melobi anak kita memakai masker. Belikanlah masker karakter seperti gambar bunga, binatang, robot atau apapun yang disukai anak Anda. Bila perlu, mintalah anak Anda untuk memilih sendiri masker karakter apa yang paling disukai
  3. Jelaskan dengan sederhana dan menarik
    Ibu-ibu boleh saja kepo tentang dunia per-covid-an dengan mencari tau di sosmed, browsing, dll. Tapi anak-anak juga tak kalah senangnya ketika diceritakan atau dijelaskan tentang sesuatu yang baru. Ya, jelaskan anak Anda dengan sederhana bahwa di luar rumah ada kuman atau virus yang tak terlihat yang siap menggerogoti tubuh jika kita tidak memakai masker.
  4. Berikan Reward
    Berjanji dan penuhilah janji Anda untuk memberikan hadiah atau melakukan sesuatu yang disukai anak jika anak Anda mau mengenakan masker. Ingat, janjikanlah sesuatu yang memang Anda gampang untuk penuhi. Jangan muluk-muluk seperti “nanti dibeliin sepeda ya, nanti dibeliin mobil ya”. Karena kalau tidak dipenuhi berarti Anda sudah berbohong dan mengajar kebohongan pada anak Anda,hehe.
  5. Kenalkan konsekuensi
    Katakan dengan tegas tapi penuh kasih dan kelembutan pada anak Anda, jika dia tidak mau memakai masker, berarti dia tidak boleh ikut keluar rumah.
    Untuk tips ini, mungkin reaksi pertama anak Anda adalah menangis. Tapi tahan, sabar dan tetaplah pada pendirian Anda. Insyaa Allah pelan-pelan anak Anda akan mengerti dan mau memakai masker dengan senang hati.
  6. Berdoa
    Salah satu doa yg insyaa Allah tepat untuk kita baca di setiap kesempatan, terlebih agar anak meresapi dan memahami kalimat-kalimat yg kita sampaikan padanya adalah:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Artinya: Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thaha: 25-28)

Itulah beberapa tips untuk memudahkan kita para orang tua memakaikan masker pada anak balita. Penulis menyarankan agar terlebih dahulu melakukan tips nomor 6 sebelum nomor-nomor yang lain.
Dan perlu dicatat ya, tulisan ini bukan bertujuan agar menggampangkan para orang tua membawa anak sesuka hati keluar rumah. Penulis tetap menghimbau agar kita para orang tua meminimalisir intensitas keluar rumah, dan sebisa mungkin tidak membawa anak keluar rumah.

Terakhir, semoga tulisan ini bermanfaat.
Jazakumullahu khayran, wa barakallahu fikum. [HK’n]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *