PEMUDA DESA BATUYANG BERGERAK LAWAN COVID 19

Hingga saat ini virus corona masih menjadi topik hangat mulai dari penyebarannya hingga bagaimana melakukan pencegahan. Seluruh dunia menyibukkan dan focus pada wabah ini. Tak terkecuali Indonesia. Sejak diumumkannya pertama kali pasien yang positif corona, Indonesia mulai gencar melakukan pencegahan, dari presiden hingga kepala dusun/RT dan para tokoh agama dam masyarakat.

Begitu juga dengan para pemuda di setiap daerah mulai turun ambil andil melakukan gerakan masal guna melakukan pencegahan sebelum wabah ini merongrong tatanan kesehatan masyarakatnya.

Dari sejumlah kelompok pemuda yang mengatasnamakan diri dalam sebuah gerakan yang fokus pada pencegahan penyebaran virus Corona ini, termasuk juga pemuda yang berasal dari desa Batuyang. Gerakan pencegahan yang semacam ini memang harus segera dilakukan tanpa menunda-nunda terlalu lama. Harus kita sadari bahwa wabah corona ini suatu saat akan berlalu seperti wabah virus-virus sebelumnya, tapi perlu ada suatu langkah atau upaya yang mesti dilakukan yaitu dengan melakukan pecegahan secara serius. Ingat wabah ini lebih baik dicegah, karna menangani itu butuh orang-orang ahli dibidangnya. Pecegahan ini suatu langkah untuk mengindari atau mengantisipasi penyebaran virus yang hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya.

Warga yang didalamnya termasuk pemuda memilki cara dan strategi dalam aksi melawan covid 19 ini. Keterbatasan sarana seperti disinfektan, antiseptic hingga alat pelindung diri (APD) tidak menyiutkan niat demi menjaga lingkungan tetap terhindar dari serbuan virus yang berasal dari Cina ini. Sarana yang terbatas karena sudah tidak ada lagi terjual dipasaran membuat sebagain masyarakat termasuk pemuda di Desa Batuyang mengunakan bahan disinfektan yang seadanya tersedia di pasaran, seperti  cairan pemutih, hingga pembersih lantai. Bahan yang digunakan sesuai anjuran yang beredar.

Gerakan antisipasi penyebaran virus ini dimulai dari rumah. Karna rumah merupakan basis atau benteng pertahanan setiap warga. Rumah sebagai zona hijau yang harus mendapatkan perlindungan ekstra. Lewat gerakan ini pemuda Desa Batuyang melakukan penyemprotan rumah warga satu demi satu, sesuai dengan arahan dari pihak pemangku kebijakan dalam hal ini yaitu arahan dari kementerian kesehatan.

Tidak hanya penyemprotan, gerakan cuci tangan juga dilakukan. Hampir disetiap sudut lorong masuk di sediakan alat cuci tangan dilengkapi penampung air. Berbekal dari dana seadanya hasil dari urunan para pemuda ini diharapkan dapat membantu dalam melakukan pencegahan penyebaran virus. Gerakan cuci tangan ini sangat penting dilakukan, karna sebagian masyarakat belum bisa diharapkan untuk mengisolasi diri, masih saja ada yang keluar rumah guna memenuhi kebutuhan dapurnya. Ini tidak menutup kemungkinan lewat mobilitas masayarakat yang intens bisa saja akan membantu penyebaran virus ini. Apalagi Lombok Timur sudah ditetapkan sebagai Zona Merah sejak pasien terkonfirmasi positif corona berasal dari Lombok Timur dan jarak antar kecamatan yang terkonfirmasi Positif dari Desa Batuyang hanya beberapa Kilo Meter saja, ditambah lagi semakin bertambahnya pasien terkonfirmasi positif yaitu berjumlah empat orang. Oleh karena itu, dari manapun arah kita datang, peluang membawa virus ini sangat besar. Dengan gerakan cuci tangan yang disediakan oleh pemuda ini sedikit tidaknya mampu mengurangi penyebaran. Para pemuda ini menargetkan setiap rumah harus tersedia alat/media cuci tangan di depan pintu gerbang masing-masing.

mengecek kondisi alat tampung air untuk cuci tangan sebelum disebar

Sementara menunggu dana terkumpul, puluhan alat bantu cuci tangan lengkap dengan sabun cair sudah terpasang di setiap ujung gang. Adapun titik – titik penyebaran alat bantu cuci tangan ini akan diberikan tanggung jawab penuh kepada semua warga sebagai penerima manfaat untuk bertangungjawab menjaga, merawat dan bahkan mengontrol kondisi air yang tertampung.

Jadit selaku koordinator yang bertanggungjawab di wilayah Batuyang Lauk mengatakan “yang terpenting fasilitas berupa cuci tangan sudah disediakan dan kami berharap warga harus mengikuti arahan untuk selalu cuci tangan dan menerapkan pola hidup sehat”. Seperti yang di langsir dibeberapa artikel kesehatan, pola hidup sehat merupakan langkah untuk memperkuat system kekebalan tubuh.

Ditempat terpisah Adi Suhasta (Koordinator Wil. Batumas) juga mengungkapkan “Tinggal bagaimana kita mengedukasi warga supaya bisa menerapkan hal tersebut”.

Melihat gerakan Pemuda Desa Batuyang ini, warga merasa bersyukur telah diberikan alat bantu cuci tangan.  Selain cuci tangan kebutuhan paling utama seperti masker juga pada tahap penyediaan. Kembali lagi, terkait masih kurangnya anggaran, Pemuda Batuyang hanya menyiapkan masker untuk kalangan lanjut usia (Lansia).

Disamping itu pula, Keputusan untuk Lockdown belum terdengar dari pemerintah. Akan tetapi lockdown diri sendiri merupakan langkah bijak sebagai upaya kita untuk peduli pada diri sendiri dan orang lain. Virus ini bukan makhluk hidup yang bisa dilihat dengan kasat mata. Kesadaran akan hal ini sudah sepatutnya kita tanamkan dalam diri kita dan seluruh warga untuk harus waspada sedini mungkin.

Usaha meminimalisir penyebaran virus ini akan terus dilakukan terutama kegiatan penyemprotan di setiap rumah warga. Bagi warga yang tidak terlibat dalam kegiatan ini diharapakan mematuhi aturan atau protokol kesehatan yang sudah diterbitkan. Seperti yang diungkapkan oleh kadus Batuyang Tengah disela-sela mengunjungi kegiatan yang dilakukan pemuda Batuyang, bahwa setiap warga yang baru datang dari luar Pulau Lombok supaya melaporkan diri kepada pihak berwajib, dalam hal ini Kepala Dusun untuk pendataan, dan Puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tidak menutup kemungkinan banyak sekali warga yang pulang kampung, harapannya bagi siapa saja yang berasal dari luar Lombok atau daerah zona merah Lombok dan datang ke Desa Batuyang supaya mengikuti himbauan yang ada. Selain itu, harus memberikan keterangan yang jujur. Ketidakjujuraan bisa mengakibatkan dampak buruk bagi warga Batuyang.  [SR]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *