BANGKITNYA SEMANGAT PEMUDA BATUYANG DIMULAI DARI MASJID

Sudah lama dan hampir 12 tahun lamanya saya menunggu akan datang perubahan dari kelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi bernuansa agama yaitu pemuda dan remaja masjid. Dalam jangka waktu yang cukup lama ini terasa hambar tidak ada sedikitpun gerakan remaja atau pemuda, walaupun ada itu hanya terlihat ketika hari raya saja dimana pemuda ditugaskan sebagai pengaman saja dalam rangka mengamankan kegiatan hari raya dengan memberikan arahan kepada jamaah untuk membuat shaf sholat. Pertanyaan itu seketika keluar, apakah benar tugas remaja hanya sebatas mengatur shaf saja?.

Dan pada tahun ini, tepatnya tahun 2018 ratusan pemuda dari bebbagai penjuru Dusun yang ada di kampung saya mulai berkumpul. Bertempat di pelataran serambi masjid Baiturrahim Batuyang, para pemuda ini mulai disatukan baik itu ide maupun gagasannya. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kembali semangat kepemudaan yang selama ini sudah mulai mati. Dan pada akhirnya melalui keputusan musyawarah terbentuklah susunan kepengurusan pemuda dan remaja masjid.

Terbentuknya kepengurusan ini tentunya akan memberikan ruang bagi para pemuda dan remaja dalam mengimplementasikan segala ide dan gagasanya guna membangun masyarakat yang ada, baik secara fisik hingga pemberdayaan.

Di jaman now ini, peran pemuda sangat dibutuhkan terutama pemuda dan remaja masjid. Organisasi yang terbentuk ini akan lebih serius memikirkan perkembangan dunia islam. Penyebarluasan ajaran tetang islam yang sesuai pedoman utama umat muslim yaitu al-qurán dan Sunnah serta bagaiamana mengikuti para generasi terdekat nabi Muhammad Shallallahualaihu Ala’ihi Wassallam yaitu para sahabat dapat diupayakan.

Kita juga perlu menyadari fenomena di tengah masyarkat kita acapkali terdengar adanya aksi yang tidak terpuji dari para generasi muda saat ini, mulai dari mengkonsumsi minum-minuman keras, Begal dan bahkan berbagai macam tindakan negatif lainnya, sehingga terbangunlah paradigma masyarakat, yang mengidentikkan remaja saat ini berkelakuan negatif. Makanya tidak heran sebagian masyarakat tidak memberikan ruang bagi remaja maupun pemuda.

Jika kita membahas lebih dalam tentang remaja maka yang terbayang dalam benak kita yaitu masa-masa yang penuh dengan keceriaan, dan masa-masa yang selalu dirundung keingin tauaan. Tidak heran jika ada remaja yang terlibat dengan kegiatan negatif, hal ini dikarenakan masa tansisi dari anak-anak ke remaja. Sehingga pada masa peralihan ini perlu adanya arahan atau bimbingan yang mengajarkan hal-hal positif. Lain lagi pemuda. Pemuda merupakan masa peralihan antara remaja menuju dewasa. Pada masa ini mereka seringkali dikatakan masa membangun keperibadian menjadi lebih mandiri. Mandiri yang dimaksud adalah mandiri dari mengambil sebuah keputusan. Sehingga pada masa ini lebih banyak terlihat intraksi sosial. Melalui organisasi ini diharapkan akan mampu mengontrol para pemuda dan remaja

Selain sebagai kontrol bagi generasi penerus bangsa, organisasi ini diharapkan juga akan membantu dalam pembentukan jati diri. Sejatinya pemuda atau remaja yang sudah terbentuk jati dirinya sejak awal, maka mereka tidak akan terombang-ambing bagaikan buih dilautan yang tidak tau arah dan tujuan. Yang terpenting dalam organisasi ini mereka (pemuda dan remaja) mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Memberikan mereka kepercayaan dalam melakukan kreatifitas masing-masing. Dan yang paling mulia adalah adanya keinginan untuk memakmurkan masjid.

Ngomongin masalah memakmurkan masjid ternyata pada surat At Taubah ayat 9-18 Allah subahanahu wata’ala berfirman : Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah dialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk.

Ayo….mau tunggu apalagi. [SR]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *