SOSOK BANG ZUL DAN PEREMPUAN PILIHANNYA DI PILGUB NTB

Bang Zul, panggilan akrab Zulkiflimansyah adalah seorang tokoh muda dengan gelar doktor yang diperoleh dari University of Strathclyde di Inggris, yang kini memantapkan diri untuk membangun kariernya di NTB. Menurut banyak orang, Bang Zul pulang kampung demi niatnya untuk membangun kampung halaman. Pria yang dilahirkan di Pulau Sumbawa ini dari sebelumnya memang sudah bermain di dunia politik. Tahun 2004 menjadi tahun awal Beliau berkecimpung dalam perpolitikan dengan bergabung di salah satu partai politik. Sehingga, sudah tentu kematangan Bang Zul dalam perpolitikan tidak diragukan lagi.

Kelihaian Bang Zul dalam berpolitik pertama kali dibuktikan dengan terpilihnya Beliau sebagai anggota DPR RI. Tapi sayang, terpilihnya beliau bukan mewakili aspirasi masyarakat NTB melainkan masyarakat Banten. Bahkan, Beliau juga pernah maju di ajang pesta demokrasi terbesar tingkat Propinsi di Banten yaitu menjadi CAGUB Banten pada Tahun 2006. Kala itu, Bang Zul menggandeng artis cantik Marisa Haque yang ternyata mampu membuat perolehan suara Beliau melambung tinggi di daerah Cilegon. Namun saat itu, keinginannya untuk memimpin Banten terpatahkan oleh kekuatan Ratu Atut.

Tak berhenti sampai di sana, pada tahun 2011, partai yang pernah membesarkan namanya di kancah perpolitikan tanah air mengusung nama Bang Zul dan satu orang rekannya yang berasal dari partai yang sama untuk menjadi calon gubernur dan wakil gubernur (lagi) di daerah Banten. Mudah saja bagi Bang Zul mendapatkan kepercayaan dari partai tersebut, karena sejak awal Beliau sudah membangun popularitasnya di Propinsi Banten. Namun ternyata, popularitas mungkin saja bukan lah hal utama yang dipertimbangkan oleh partai. Karena saat itu, partai yang tadinya akan mengusung lagi nama Bang Zul memilih untuk belok arah dengan mencalonkan tokoh lain yaitu Jazuli Juwaini. Begitu lah politik. Sulit diterka. Pagi membahas A, siang berubah menjadi S, dan malamnya sudah bahas U

Tidak ingin terjebak nostalgia di Banten, Bang Zul memilih pulang ke kampung halamannya yang tidak lain adalah Pulau Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat. Meskipun begitu, Bang Zul ingin tetap mengepakkan sayapnya di dunia politik. Hal ini terbukti dengan majunya Beliau di PILGUB NTB yang akan diselenggarakan tahun 2018 mendatang. Untuk memperlancar niatannya ini, tim Beliau, sejak awal tahun 2017 sudah memasang ribuan baliho dan spanduk sebagai media untuk memperkenalkan diri ke masyarakat NTB. Dengan menjual tagline “Muda, Cerdas dan Berprestasi”, Bang Zul mampu mengambil hati warga NTB khususnya kalangan mahasiswa untuk melirik lebih jauh siapa sebenarnya Beliau. Saya sendiri pun tak mau ketinggalan dengan rasa penasaran yang juga mendorong saya untuk mengenal sosok Bang Zul.

Saya mulai mencari tahu tentang sosok Bang Zul dengan Browsing di internet. Ternyata Bang Zul ini sejak awal sudah memilih menjejakkan kaki ke luar daerah NTB. Bahkan untuk menuntut ilmu, Bang Zul bukan hanya menjejakkan kaki ke luar daerah, namun Beliau juga ternyata sudah kerap kali sampai ke luar negeri.

Satu per satu informasi tentang Bang Zul saya dapatkan melalui internet. Satu hal yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah kenapa Bang Zul tidak memilih untuk memulai karirnya di NTB? Padahal, NTB sangat membutuhkan sumbangsih ilmunya, apalagi Beliau sejak duduk di bangku SMA sudah mulai menginjakkan kakinya di luar negeri karena prestasinya, dan pendidikan Beliau rata-rata bersinggungan dengan ekonomi. Andai saja Beliau membangun kampungnya sejak dulu, mungkin kita tidak hanya mengenal Madu Sumbawa sebagai produk andalan Pulau Sumbawa, tetapi juga produk-produk lain yang mampu mengupgrade kualitas Pulau Sumbawa dalam bidang ekonomi. Karena ketidakmunculan Beliau sejak dulu, maka tidak heran jika banyak warga NTB terutama Lombok tidak mengenali dirinya.

Tapi jangan salah, merupakan pendiri Universitas Teknolgo Sumbawa (UTS) ini merupakan bentuk keseriusan Bang Zul dalam dunia pendidikan.

***

Kembali membahas perpolitikan yang dimainkan oleh Bang Zul. Setelah berjuang cukup lama untuk memamerkan dirinya demi keterlibatannya di Pesta Demokrasi 2018 mendatang, akhirnya Beliau memilih sosok perempuan sebagai pendampingnya di ajang PILGUB NTB 2018. Berbeda halnya dengan PILGUB Banten 2006 dengan memilih artis, kini Bang Zul lebih memilih tokoh akademis yang merupakan seorang rektor di salah satu perguruan tinggi swasta Lombok Timur, sekaligus terah dari pahlawan nasional Republik Indonesia yang berasal dari tanah Lombok yaitu Maulana Syeikh Tuan Guru Kyai Haji Zainuddin Abdul Majid yang juga merupakan pendiri ormas terbesar di NTB. Tokoh tersebut adalah Sitti Rohmi Djalilah, yang tidak lain adalah saudara kandung dari Gubernur NTB saat ini.

Ada hal yang unik dari Bang Zul. Dua kali maju dalam PILGUB, Beliau selalu menggandeng perempuan. Saya tidak begitu paham alasannya. Mungkin ini adalah sebuah kebetulan belaka. Padahal di NTB ini banyak sekali orang-orang yang pantas untuk dijadikan pendampingnya, misalnya ada Bung Nuri, Prof. Sunarpi, Ali BD, Ahyar Abduh, Suhaili FT, DR. Zulkifli Muhadli dan masih banyak lagi. Jika sudah menjadi pilihannya apa bisa dikata.

Terlepas dari itu semua, memang pantas jika bang Zul dikatakan sebagai tokoh muda dengan segudang prestasi. Baik prestasi dalam pendidikan, perpolitikan, dan “meluluhkan” para perempuan. Perempuan mana yang tidak kelepek-kelepek melihat sosok ini? Sudah muda, cerdas pula. Bang Zul dalam deretan fotonya memang terlihat berumur, tapi dari sekian bakal calon yang maju untuk PILGUB NTB, hanya Beliau yang terbilang muda karena lahir di tahun 1972 dan baru berumur 45 tahun. [SR]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *