PILGUB NTB: PERTARUNGAN PARA PETAHANA

Hampir bisa dikatakan, para bakal calon yang menghiasi ruang publik Bumi Nusa Tenggara Barat didominasi oleh tokoh-tokoh politik yang namanya sudah dikenal warganya, walaupun ada beberapa tokoh yang baru-baru muncul dan bahkan baru berniatan ingin membangun NTB. PILGUB NTB diprediksi akan lebih terasa semaraknya. Bagaimana tidak, rata-rata yang maju merupakan petahana di daerah masing-masing. Ada juga yang mengatakan ini pertarungan antar daerah.

Dari sekian  Juta warga Nusa Tenggara Barat, tercatat tidak lebih dari sepuluh orang yang bakal maju menjadi Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat. Berikut Bakal Calon yang maju menghiasi panggung perhelatan dunia perpolitik terbesar di NTB yang tercatat sebagai kepala daerah masing-masing kabupaten kota yang aktif:

Ali BD (Bupati Lombok Timur)

Ali Bin Dachlan, merupakan tokoh senior di dunia perpolitikan Nusa Tengara Barat. Pria kelahiran 1948 ini sudah memulai karier nya sejak lama di dunia LSM. Sebelum menekuni dunia LSM beliau juga pernah menjadi guru dan wartawan, tapi profesinya berhenti seiring tergiyurnya Ali BD dengan dunia perpolitikan. Sejak tahun 2003 lalu, Ali BD memenangkan pertarungan Pilbub dan membuahkan hasil sebagai Bupati kabupten Lombok Timur. Sosok Ali BD dalam dunia politik tidak bisa dipandang sebelah mata, selesai menjabat menjadi bupati pada tahun 2008, Ali BD kembali mencalonkan dirinya. Mungkin pencalonan periode selanjutnya menjadi pengalaman suram, masyarakat Lombok Timur lebih memilih pemimpin Baru, dengan sensasi baru pula. Lima tahun semenjak kalah dari pasangan Sukiman-Lutfi (SUFI), Ali BD menanti dan pada akhinya Ali BD kala itu tidak pernah berputus asa untuk mencalonkan dirinya, berbeda dengan tahun sebelumnya Ali BD lebih memilih jalur Independent dengan mengandeng Khairul Warisin (H.Iron) untuk maju menjadi calon Bupati pada tahun 2013. Dan perjuangan Ali BD tidak sia-sia, beliau kembali dipercaya oleh masyarakat menjadi pemimpin Lombok Timur hingga saat ini.

Diakhir masa tugas menjadi Bupati, Ali BD kini bertekad untuk mecalonkan diri menjadi Gubernur NTB pada PILGUB 2018. Niatan Ali BD terbukti dari ribuan baliho terpasang dimana-mana. Dengan mengandeng tokoh agama yang berasal dari Lombok, kini Ali BD resmi dan memantap kan diri untuk ikut maju ke PILGUB NTB 2018 dan tetap istikomah untuk maju melalui jalur independent.

Suhaili FT (Bupati Lombok Tengah)

Suhaili Fadhil Tohir, bisa dibilang pemimpin yang memiliki gaya khas. Terlihat pada kesehariannya, dengan balutan sarung dan dilengkapi baju kaos. Sehingga tokoh yang satu ini terbilang biasa-biasa saja, walaupun tahun ini menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah dan masih aktif menjabat.

Suhaili merupakan sosok yang ramai diperbincangakan dikancah perpolitikan NTB, sejak dulu sudah memulai karirinya di dunia perpolitikan. Pria kelahiran Lombok Tengah, 31 Desember 1966 ini pernah menjabat sebagai ketua DPRD Propinsi NTB pada tahun 2004, dan kembali menjabat sebagai Ketua DPRD Propinsi NTB tahun 2009. Dan baru-baru ini juga menjabat sebagai ketua DPD II Golkar. Kelihaian Suhaili dalam memimpin Lombok Tengah terlihat dari permbangunan yang gencar dilakukan. Program 2R (Rurung Reban) merupakan prioritas utama. Penataan wilayah Lombok Tengah dan pembangunan sejumlah fasilitas umum tampak jika melintasi kawasan yang menjadi wilayah adminsistratif kepemerintahan dari Suhaili. Selain itu, Suhaili juga memberikan perhatian penuh dalam dunia pariwisata, dengan ide yang penuh kontraversinya akan di bangun kereta gantung bagi pendaki yang ingin menikmati keindahan alam Gunung Rinjani. Kanggokm tadah

Ahyar Abduh (Walikota Mataram)

Pria yang akrab dipanggil Abduh ini,memulai karier dalam dunia politik sejak 1993 yang lalu. Pada tahun tersebut, Abduh menjabat sebagai Kepala Sekretariat DPD Golkar Propinsi NTB. Perjalanan karier di dunia politik, Abduh tidak lagi di ragukan. Tercatat sejak tahun 1994-1999 pernah menjadi anggota DPRD Kota Madya. Tidak terhenti sampai era peralihan antara masa orde baru dan reformasi, pada tahun 1999-2004 menjabat sebagai wakil dan ketua DPRD melalui partai yang sejak awal membesarkan dirinya yaitu Golkar. Jika mencari tokoh yang sudah malang melintag di kancah perpolitikan kota Mataram Abduh lah orangnya. Ketika menjabat Ketua DPRD Kota Mataram pada periode setelah 2004-2005 beliau diminta untuk mewakili H. Ruslan untuk menjadi wakil walikota Mataram pada masa jabatan 2005-2010.

Pria kelahiran Mataram 20 Oktober 1960 ini memiliki riwayat karier politik yang mulus, setalah Alm. H. Ruslan menyudahi jabatan sebagai walikota, Abduh kembali mencalonkan diri, kini ia memilih untuk menjadi walikota, bersaing dengan tokoh-tokoh senior politik kota Mataram lainnya. Dan Abduh terpilih sebagai WaliKota periode 2010-2015 dan juga dipilih terpilih untuk kedua kalinya pada masa jabatan 2016-2021. Akan tetapi, Abduh yang sarat akan pengalaman dan prestasi kini mengembangkan sayapnya untuk ikut bertarung dalam ajang yang lebih besar yaitu PILGUB NTB. Semoga dengan terpilihnya menjadi Gubernur nanti, persoalan sampah untuk kota Mataram dapat terselesaikan dengan baik.

***

Terlepas dari itu semua para calon yang maju merupakan orang-orang pilihan yang memiliki kecerdasan dalam memimpin suatu wilayah. Patutlah kita berbangga sebagai warga NTB bahwa sekian banyak calon yang akan bertarung ini menindikasikan bawa NTB memiliki putra-putri daerah yang layak dipilih dan memiliki niatan untuk membangun NTB. Mari kita sambut pesta demokrasi ini dengan penuh kedamaian tanpa ada kegaduhan dan gesekan antar pendukung satu dengan yang lain. Berpestalah dengan terhormat demi masa depan NTB yang lebih baik. [SR]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *