Mengenal Pestisida Kimia Pada Pertanian

Tempo hari pasti pada bingung baca tulisan saya mengenai Sejarah pestisida. Tapi kalau yang sudah paham dan mengenal pestisida ng’ ada masalah. Biar tidak ada yang bingung pestisida itu apa? Dan jenis makanan apa.  Saya akan menulis tentang pestisida.

Pestisida jika dilihat dari katanya dapat dibagi dua yang petama berasal dari kata pest yang berarti hama dan sida berasal dari kata caedo berarti pembunuh. Pestisida secara umum diartikan sebagai bahan kimia yang bersifat racun yang dimanfaatkan untuk mengendalikan  oraganisme penganggu.

Pestisida itu sendiri banyak digunakan dalam bidang pertanian, padahal dulu pestisida digunakan untuk melindungi manusia dari serangan organisme yang membahayakan semisal nyamuk dan serangga lainnya.

Pestisida itu sendiri banyak diartikan. Salah satu contoh pengertian mengenai pestisida menurut petani saya yaitu bahan kimia yang digunakan untuk mencegah, membasmi dan mengendalikan organisme penganggu dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang melimpah. Maklumlah kenapa ditekankan pada hasil karena yang mengartikan petani. Tujuan petani menggunakan teknologi ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Itulah pengertian dari pestisida.  Mungkin ada diantara teman-teman yang berprofesi sebagai petani atau mungkin orang tua sebagai petani. Ini tidak menutup kemungkinan karena kita negara yang luas, katanya kita ini negara subur tongkat aja bisa jadi tanaman.

Saya mau berbagi pengalaman saya ketika dulu sempat berkecimpung di dunia kimia pertanian yang disebut pestisida.

Pestisida atau racun ini memiliki klasifikasi yang dilihat berdasarkan dari formulasinya, serta bagaimana cara kerjanya si pestisida tersebut. Tujuan saya menulis ini biar kalian mengerti bahwa pestisida ini tidak melulu tentang  racun yang dibuat dalam wadah cair.

pestisida dapat di klasifikasikan berdasarkan bentuk formulasi. Dalam formulasi pestisida ada dikenal dengan istilah bentuknya seperti

Butiran (Granule=G)

Bentuk seperti ini biasanya disebar langsung ada beberapa yang  cara aplikainya dengan sistem dilarutkan kemudian disemprotkan.

Tepung (Dust=D)

Kalau bentuk granul tadi lebih kasar dibandingkan bentuk tepung. Dan cara aplikasi ini dilarutkan dalam air kemudian disemprotkan. Ada beberapa pestisida yang bentuk tepung diaplikasikan dengan cara dicampur pada pupuk. Pestisida semacam ini biasa digunakan dalam mengendalikan gulma berbentuk biji gulma.

Bubuk yang dapat dilarutkan (wettable powder=WP)

Berbentuk tepung yang dapat dilarutkan dalam air yang penggunaanya disemprotkan dengan alat penyemprot atau untuk merendam benih.

Cairan yang dapat dilarutkan

Pestisida jenis yang bentuknya cairan mudah dilarutkan dalam air dan penguna tinggal mengaplikasikan lewat alat bantu misal sprayer.

Sedangkan berdasarkan cara kerjanya,  pestisida dapat dibedakan kedalam beberapa golongan diantaranya:

Secara Kontak

yaitu pestisida yang dapat membunuh OPT jika terkena pestisida secara langsung. Dan cara kontak bisa saja mengenai OPT dengan residu yang ada pada tanaman yang terkena pestisida tersebut.

Secara Sistemik

Cara kerja pestisida macam ini dengan ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman. OPT akan mati setelah menghisap atau memakan bagian tanaman. Tidak hanya jenis hama gulma pun dapat dikendalikan hingga ke akar.

Sistem kerja lewat Lambung

Cara kerja semacam ini biasanya ketika hama dengan cara memakan tanaman yang terkena racun pestisida. Dan hama akan terbunuh setelah memakan racun yang ada pada tanaman.

Sistem pernapasan

Dapat membunuh hama yang menghisap gas yang berasal dari pestisida.

Itu saja mengenai pestisida kimia dari saya. Sebenarnya masih banyak bentuk-bentuk pestisida yang diklasifikasikan berdasarkan kriteria yang lain. Semoga dengan membaca tulisan saya ini kalian menjadi lebih bijak dalam menggunkan pestisida sintetis. [SR]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *