Mengenal Local Wisdom suku Sasak kaitannya dengan ilmu perbintangan kuno

13704182_590154934522513_1984809762_n
Photo milik daeng Ipul

Lombok pulau yang menyimpan keunikan. Pulau ini selain kaya akan keindahan alamnya kaya akan kearifan lokal (local wisdom). Kearifan lokal sebagai tanda bahwa masyarakat kita zaman dulu sudah mulai berpikir bagaimana tentang keberlangsungan hidup dengan menggunakan metode-metode sederhana. Sebelum lebih lanjut, kita bahas dulu kata perkata mengenai kearifan lokal. Kearifan artinya suatu kebijaksanaan sedangkan lokal adalah lokasi setempat atau tempat dimana kebijaksanaan itu terlahirkan.  Melanjutkan kata-kata di atas. Kearifan lokal ini tersusun dari gagasan atau ide atau bahkan pengetahuan masayarakat setempat kaitanya dengan keberlangsungan hidupnya.

Salah satu darisekian banyak kearifan lokal yang dimiliki masyarakat suku sasak yang mendiami pulau Lombok adalah pengetahuan tetang ilmu perbintangan kuno atau masyarakat menyebutnya wariga. Biasanya masyarakat sasak membacanya dengan sebutan warige huruf a bisa jadi e.

Ilmu perbintangan kuno. Wah…. ternyata orang orang dahulu sebelum ada teknologi sudah mulai memikirkan tentang ilmu ini, krenn baget… wariga ini selain membaca kondisi alam juga bisa digunakan untuk mencari hari-hari yang tepat untuk melakukan aktivitas seperti menikah, membuat rumah, menagih hutang, dll. Tapi pada tulisan ini saya tidak membahas mengenai hari-hari baik yang lain. Pembahasan kali ini lebih menjurus mengenai pemanfaatan kerifan lokal untuk lingkungan saja terutama mengenai iklim dan kaitannya dengan pertanian.

Wariga sering digunakan masyarakat untuk melihat kondisi iklim. Apalagi sekarang kondisi iklim yang tidak menentu atau lebih krennya di kenal dengan istilah climate change.

Koc bisa ya warige bisa baca iklim? Bagai mana caranya? Dalam perhitungan warige ada bulan dan penanggalan tertentu dan memiliki nama bulan khusus yang ada di papan warige. Penanggalan warige dituangkan dalam sebuah papan kayu. Tujuannya karena kayu tidak gampang rusak. Makanya nenek moyang suku sasak lebih memilih kayu sebagai media tempat mendokumentasikan apa yang telah dikaji. Tapi hanya sedikit masyarakat yang bisa membaca sistem penanggalan warige.

Penyusunan Waige di identifikasi berdasarkan adanya rasi bintang yang kebanyakan orang Lombok atau Suku Sasak menyebutnya dengan nama bintang Rowot. Bintang Rowot ini biasanya muncul dari arah timur. Rasi bintang Rowot ini terdiri dari 7 bintang. Ketujuh bintang ini menjadi patokan masyarakat sasak untuk menetapkan awal tahun dalam penanggalan. Biar tidak membingungkan rasi bintang rowot bahasa ilmiahnya di sebut bintang Pleaides.

Dalam penentuan perjalanan tahun ada metode yang dihasilkan dari warige ini yaitu Penentuan tahun dilakukan melalui Perjalanan Tahun = Nilai Tahun mulainya 1 Muharam + Nilai Bulan awal degan ciri-ciri terlihat nya bintang Rowot (Bintang Kemukus) perhitungan ini dijelaskan oleh pak wire sebagai salah satu orang yang masih peduli akan pengetahuan lokal dan beliau sering di jadikan narasumber dalam menyampaikan pengetahuan warige..

Wariga banyak di gunakan untuk membaca musim tanam karena berhubungan erat dengan kondisi iklim. Warige bisa mencari hari baik lewat penanggalan dan perputaran bintang terlihat jelas kapan hujan akan turun dan kapan curha hujan tinggi.

memang membaca warige membutuhkan pengetahuan yang luar biasa. Apalagi seperti saya. Saya hanya menginformasikan lewat tulisan saya ini bahwa kita masyarakat Lombok memiliki pengetahuan lokal yang harus di jaga dan dilestarikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *