KARTU TANI ALI-HABIBI SOLUSI MELAWAN MAFIA PUPUK  

 

Potensi yang dihasilkan dari lahan pertanian sangat besar. Ini terlihat dari besarnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sektor pertanian yang menjadi tumpuan pengembangan ekonomi masyarakat Lombok Timur. Produk hasil pertanian Lombok Timur menjadi salah satu penyedia dan menjawab kebutuhan masyarakat Pulau Lombok dan bahkan diperjualbelikan hingga luar daerah, seperti Bali dan Sumbawa. Hasil pertanian dari alam yang subur menghasilkan beragam jenis produk pertanian, mulai dari produk pangan hingga sayur-mayur tiap hari dibudidayakan. Walaupun demikian tetap saja sektor pertanian selalu menuai permasalahan yang pelik untuk diselesaikan, mulai dari kasus kelangkaan pupuk, hingga status kepemilikan lahan.

Fenomena pupuk langka menjadi tayangan wajib kala musim tanam tiba, entah bagaimana jalan ceritanya. Ini bagaikan kegiatan rutin yang teragendakan dengan rapi. Padahal jika kita telisik lebih dalam bahwa didapatkan informasi yang menyebabkan terjadinya kelangkaan bukan karena kurangnya pasokan pupuk tapi adanya pihak yang tidak bertanggungjawab dalam mempermainkan pupuk. Seperti halnya pemerintah jika dilemparkan pertanyaan soal pupuk selalu jawabannya tersedia dan bahkan berani dikatakan ketersediaan pupuk cukup untuk beberapa musim berikutnya. Pertanyaanya adalah, kemana pupuk ini berlabuh saat petani mulai butuh?

Tidak hanya berhenti di pupuk. Petani yang menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini kerap kali menuai kata prihatin. Hampir semua petani yang ada di Lombok Timur tidak memiliki akses kepemilikan lahan. Mereka rata-rata menggantungkan nasibnya dengan cara menjadi pekerja bagi para tuan tanah dan ada pula yang sewa lahan dengan jangka waktu yang sesuai kesepakatan. Sehingga persoalan kemiskinan akan terus berlanjut walaupun sektor pertanian sangat menjanjikan untuk dikembangkan guna menjadi tumpuan pembangunan daerah.

Pengembangan sektor pertanian ini harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Di sisi lain perlu ada sebuah terobosan guna menangkal adanya diskriminasi terhadap petani terutama dalam penerimaan pupuk. Seperti yang diterangkan di atas, kerap kali pemandangan pupuk langka terlihat kala musim tanam tiba. Ini terjadi karena ulah segelintir orang yang hendak memanfaatkan momen musim tanam untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya sehingga petani bukannya menjadi sejahtera tetapi justeru tetap dalam kubangan kemiskinan. Hal ini senada dengan ungkapan Ali Masadi saat debat pilbup tanggal 18 April kemarin. Intinya, beliau mengatakan bahwa di balik kemiskinan petani, ada para pengusaha yang selalu dikayakan yaitu para pelaku usaha penyedia pupuk.

Strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan perekonomian berbasis pertanian ini antara lain pemberian jaminan atas apa yang diupayakan, terlebih pada input usaha tani yang meliputi pupuk, obat-obatan pertanian, dan ketersediaan air. Pemberian jaminan yang dimaksud adalah seperti adanya kepastian hukum dalam menjamin hak-hak petani. Menjawab ini, pasangan Ali-Habibi menelurkan sebuah terobosan sebagai senjata pamungkas untuk memutus rantai para mafia pupuk yang bermain di belakang layar kelangkaan pupuk dengan cara membagikan KARTU TANI kepada para petani di Lombok Timur. Kartu Tani menjadi ide cerdas yang berisikan data kepemilikan lahan hingga proses pasca panen. Dan juga membantu petani dalam menjawab kebutuhan input pertanian, salah satunya adalah pupuk. Dengan adanya kartu ini tidak adalagi terdengar adanya upaya penyalah gunaan hak petani.

Selain Kartu Tani, mengingat bahwa Habibi adalah expert (ahli) di bidang pertanian, maka pasangan Ali-Habibi juga tak lupa akan pentingnya peningkatan SDM di kalangan petani. Hal ini diupayakan guna menciptakan petani yang cerdas. Jika petani memiliki pengetahuan yang memadai maka dengan sendirinya sektor pertanian akan meningkatkan kesejahteraan petani.[SR]

2 thoughts on “KARTU TANI ALI-HABIBI SOLUSI MELAWAN MAFIA PUPUK  

  • April 21, 2018 at 7:19 pm
    Permalink

    Langsung kebayang dah, dengan sistem seperti ini akan memudahkan dalam pemetaan dan meng.optimalkan penggunaan pupuk.

    Tidak hanya itu, dengan berjalannya sistem seperti ini akan memperkuat komuditi pertanian lombok timur. Pemetaan lahan pertanian, data terpilah lahan produktif non produktif, potensi komoditi lokal unggulan sehingga mnjadi kunci dalam produksi lahan baik dari pengolahan lahan, pembibitan dan penanaman, pencegahan/penanggulangan hama dan penyakit, hingga penanganan pasca panen dr komoditi tersebut. Insya Alloh petani akan terselamatkan dan kembali menemukan kedikjayaannya.

    Reply
    • April 22, 2018 at 11:41 pm
      Permalink

      jangan lupa pilih yang muda

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *