Jalan-jalan kekampung Green Energy

Jpeg
narsis di Depan Tugu

Jalan-jalan ke tempat wisata itu hal biasa. Kemarin saya bersama teman (hanya berdua) mengitari sudut demi sudut kabupaten Lombok Utara. Kenapa saya selalu menceritakan Lombok Utara padahal kabupaten ini bukan tempat saya dilahirkan. Ada hal yang menarik dan tidak bisa habis untuk di bahas di kabupaten ini.

Sebelum sering menginjakkan kaki di tempat ini, ada cerita awal kenapa saya sering ke kabupaten ini. Berawal dari lulus tes interview yang diadakan oleh perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang kimia pertanian. Secara spontan orang yang menginterview menayakan lokasi mana yang saya pilih. Tanpa panjang lebar saya langsung mengatakan Lombok Utara. Kenapa harus lombok Utara??? Pertanyaan balik mulai menghantam jawaban saya tadi. Alasannya sederhana, selain kabupaten baru, lombok utara banyak menyimpan rahasia baik bentang alamnya yang tidak diragukan lagi keindahannya maupun budayanya. Lombok Utara kabupaten yang sangat aman dan damai. Di kabupaten ini terlihat kerukunan dan toleransi umat beragama. Beragam agama sudah mulai menghiasi bagaikan pelangi. Toleransi terjaga antara agama. Inilah suasana yang tidak penah hilang dari ingatan.

img_20160905_195528
Ternak Masyarakat

Oke lanjut mengenai cerita utama tentang jalan-jalan. Perjalanan saya menuju salah satu kampung. Kampung ini unik. Uniknya apa sih??? Uniknya bahwa kampung ini sudah mulai mandiri energy. Woww dapat  energy dari mana?. Di kampung ini, masyarakat rata-rata bekerja sebagai petani dan peternak. Melihat ada potensi limbah yang begitu banyak dan jarang termanfaatkan dan menjadi permasalahan lingkungan, terutama kotoran ternaknya. melihat permasalahan ini muncul ide-ide kreatif. Ide kreatif ini menginisiasi bagaimana caranya mengolah limbah atau kotoran ternak tersebut menjadi bermanfaat. Salah satu ide yang diterapkan yaitu menjadikan kotoran ternak menjadi sumber energi alami yang disebut biogas. Biogas ini dihasilkan dari kotoran ternak yang sudah di fermentasi di reactor atau tabung yang sudah dibangun.

img_1300
Gas hasil fermentasi dimanfaatkan untuk memasak

Gas yang dihasilkan dimanfaatkan oleh warga untuk memasak dan penerangan. Rata-rata masyarakat memiliki dua reaktor biogas. lebih krenn nya lagi, ternyata jumlah Reaktornya lebih banyak dibanding jumlah Kepala Keluarga (KK) yang mendiami dusun ini. Oh iya… nama dusun ini adalah Dusun Sentul Asli Desa Pendua Kecamatan Kayangan. Lokasi nya juga berdekatan dengan Air terjun Tiu Teja. Tapi dalam tulisan ini saya tidak membahas mengenai air terjunnya. Okeh lanjut ke pembahasan jalan jalan kekampung.

img_3155
dijadikan penerangan

Kampung ini dijuluki kampung Green Energy. Alasannya ya karena sudah mulai mandiri energi dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang ada di sekitaran lingkungannya. Bagi teman-teman yang mau berkunjung ke lokasi ini, sebagai informasi jalan yang kita lalui lumayan bagus (belum diaspal) alias bebatuan dan sedikit menanjak. Tapi udara perkampungan yang dihiasi hamparan sawah dan kebun buah menghilangkan rasa capek dan lelah.

Sesampai di lokasi kita disambut tugu kampung Green Energy. Ini sebagai bukti bahwa kampung ini sudah mengunakan Biogas untuk aktivitas baik di dapur maupun penerangan. Dengan adanya pemanfaatan limbah ternak ini dapat mengurangi pemakaian kayu dari hasil penebangan liar alias illegal logging. Nah krenn kan. Jadi nya hutan tetap lestari.

Kampungnya krenn, ditambah lagi kepala dusunnya yang gaul abis membuat kami betah berada dilokasi. Kepala Dusunnya namanya pak Alwan tapi lebih terkenal dengan nama pak UUS. Dipanggil pak Uus dikarenakan mirip banget sama komedian jebolan Standup comedy yaitu Uus.

Selain mandiri energy, di kampung ini menyediakan perpustakaan atau taman baca untuk masyarakat maupun untuk pengunjung. Buku koleksinya tidak terlalu banyak karena baru memulai dan merintiss. Kampung ini merupakan kampung baru hasil pemakaran.  Pak Uus menuturkan kampungnya baru resmi ditetapkan menjadi Dusun delapan bulan yang lalu.

Ada beberapa hal yang saya dapatkan di kampung ini yaitu dapat berinteraksi langsung dengan warga yang welcome baget. Trus kita bisa melihat aktivitas warga yang memanfaatkan Biogas. beda dengan kita yang terbiasa mendapatkan sumber energy secara instan. Cukup dengan pergi ket oko atau kios, kompor bisa nyala atau haya pencet tombol ON/OFF lampu bisa nyala. Tapi ini beda. Kita bisa melihat prosesnya hingga pemanfaatannya.

Selain gasnya limbah dari tabung reaktor itu bisa di manfaatkan menjadi pupuk baik cair maupun padatan. Krenn kan bisa mengurangi pengeluaran bagi petani untuk pembelian pupuk.

Ini sedikit cerita jalan-jalan atau tour kampung. Begitu sulitnya memang masyarakat yang berada di daerah terpencil. Bersyukurlah bagi teman-teman yang bisa menikmati fasilitas instan jika dibandingkan dengan mereka. Perlu mengangkut kotoran ternak baru bisa memasak dan menerangi gelapnya malam. Sederhana memang, tapi manfaat dan dampaknya bagi lingkungan sangat besar.[SR]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *