HABIS SUBUR TERBITLAH TANDUS

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang tidak stabil memaksa lingkungan yang begitu subur kini berubah fungsi. Alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor pemicu rusaknya lingkungan yang kini tidak bisa terbendung sehingga mengancam jutaan hektar lahan produktif di belahan Indonesia menjadi lahan tandus.  Keberadaan lahan tidak produkstif yang tiap hari kian mengalami peningkatan dan disusul dengan terjadinya degradasi lahan.

Degradasi lahan adalah sebuah proses dimana kondisi lingkungan biofisik berubah akibat aktivitas manusia itu sendiri. Menurunnya kualitas tanah menjadi lahan yang tidak produktif berdampak besar bagi kehidupan dimuka bumi. Tidak adalagi mata air, vegetasi dan bahkan rumput pun tidak mampu untuk bertahan hidup apalagi hewan.

Lahan yang terdegradasi mengurangi kemampuan lahan itu sendiri sebagai media tempat tumbuhnya tanaman. Jika tanaman tidak bisa tumbuh maka bersiaplah berbagaimacam dampak akan terus menghantui. Mulai dari erosi, tanah logsor dan banjir akan terjadi.

Berbeda halnya dengan tanah yang subur. Tanaman yang tumbuh akan memancarkan perakarannya hingga khorizon tanah terdalam sehingga mampu mengurangi dampak-dampak buruk yang diakibatkan oleh alam. Selain itu juga tanaman yang tumbuh bertahun-tahun akan menciptakan kehidupan, dimulai dari munculnya sumber mata air hingga terbentuknya kehidupan bagi mahluk lain selain manusia.

Bencana lahan terdegradasi terjadi karena beberapa alasan, namun sebagian besar lahan yang identic dengan status kritis ini terjadi disebabkan oleh aktivitas manusia yang selalu over dalam mengeksploitasi sumberdaya alam yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya penurunan kualitas tanah yang berakibat pada terjadinya lahan tandus hingga pengurunan.

Illegal logging

Hutan ditebang dalam skala yang jauh lebih besar dari pada sebelumnya untuk digunakan sebagai bahan bakar, untuk menyediakan produk yang kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, atau hanya menciptakan lebih banyak tempat bagi pertanian untuk menopang kebutuhan manusia. Begitu pepohonan dan vegetasi lain disuatu daerah hilang, tidak ada lagi yang tersisa untuk mengikat tanah dengan perakaran. Tidak adalagi penyangga kehidupan.

Teknik pertanian yang tidak berkelanjutan

Metode irigasi yang tidak tepat digunakan di daerah kering, seperti irigasi kanal, menyebabkan penumpukan garam di dalam tanah dan menyulitkan tanaman pangan dan tanaman lainnya untuk tumbuh, sehingga meningkatkan terjadinya penurunan kualitas tanah. Dengan metode pertanian yang tidak bijak, petani hanya mempercepat proses penggurunan dengan imbalan hasil tanaman berkualitas rendah dengan nilai ekonomi rendah pula. Disisi lain petani seringkali mengunakan metode pertanian yang tidak ramah lingkungan. Pengunaan pupuk kimia yang berlebihan, ditambahlagi ketergantungan terhadap pestisida kimia menjadi penyebab terjadinya penurunan kualitas tanah. Banyaknya mikroorganisme bermanfaat yang ada dalam tanah kini mulai terancam yang diakibatkan oleh kebiasaan petani dengan mengunakan pupuk kimia dan pestisida berlebihan.

Kelebihan populasi

Manusia dalam mempertahankan dirinya untuk hidup dan berkembang membutuhkan makan, minum, tempat tinggal dan lain sebagainya. Pertanyaannya adalah darimana semua itu didapatkan? Semua itu tidak lain didapatkan dari hasil ekploitasi terhadap sumberdaya alam yang ada. Pertumbuhan penduduk yang tidak stabil akan memaksa alam itu untuk terus diekploitasi secara berlebihan dan bahkan dialih fungsikan karena kebutuhan manusia yang harus terpenuhi. Alih fungsi lahan yang terjadi berupa lahan hutan yang disulap menjadi lahan pertanian, lahan pertanian menjadi pemukiman. Dan bahkan ada juga mengubah fungsi hutan menjadi pemukiman hingga industri. Dan hal ini sudah terjadi sejak lama.

Perubahan iklim

Perubahan iklim merupakan suatu fenomena yang sedang dihadapi bersama. Semakin hari perubahan iklim semakin dirasakan oleh seluruh mahluk hidup, terutama manusia.  Manusia merupakan salah satu mahluk yang memiliki andil terjadinya fenomena ini. Aktivitas manusia yang tidak bisa terkontrol menjadi salah satu pemicu. Hutan mulai dialih fungsikan, peningkatan gas rumah kaca mulai meningkat, sampah dan limbah mulai tidak terkontrol keberadaannya, pertanian yang tidak sehat. Inilah penyebab terjadinya perubahan iklim yang mengakibatkan ketidak setabilan suhu di bumi. Suhu bumi tempat kita hidup ini sangat tergantung pada keseimbangan antara energy yang masuk dan terlepas. Sejatinya energy yang diterima dari sinar matahari  diserap oleh bumi sehingga bumi terasa hangat, kemudian terjadi pemantulan yang mengakibatkan terjadinya pendinginan. Akan tetapi, kondisi saat ini dimana terjadinya peningkatan gas rumah kaca meliputi karbon dioksida, metana dan lain sebagainya. Gas inilah yang menjadi pemicu. Energy yang panas matahari yang dipantulkan oleh bumi akan terhalang dan terpantulkan kembali ke bumi, sehingga bumi akan tetap terasa panas. Semakin besar gas rumah kaca maka semakin sedikit peluang panas bumi terpantulkan ke angkasa. Tanpa gas rumah kaca bumi akan terasa dingin, tapi gas rumah kaca secara alami dan berada pada atmosfer berperan dalam menyeimbangkan.

Jika kondisi suhu bumi terus meningkat maka akan terjadi kekeringan. Curah hujan pun demikian akan mengalami perubahan, dimana intensitas curah hujan mulai berkurang. Lahan yang subur mulai mengalami penurunan kwalitas, hingga terjadinya kebakaran hutan. Vegetasi yang berfungsi menutup permukan tanah kini tidak ada lagi.

Kelaparan, kemiskinan dan ketidakstabilan politik

Sementara penurunan kwalitas tanah pasti mengarah pada masalah ini, mereka juga bisa menjadi penyebab hal tersebut terjadi. Ini dikarenakan orang-orang yang berada di ambang kelaparan, kemiskinan yang sangat ekstrim atau ketidakstabilan politik di negara ini. Jika ini terus terjadi maka akan muncul praktik-praktik yang membahayakan lingkungan.

Industri

Akhir-akhir ini, pemerintah kurang peka dalam menekan lajunya pertumbuhan bangunan-bangunan yang komersil terutama hotel dan pabrik. Para pelaku tidak memilih dimana lokasi yang sesuai peruntukan. Padahal dalam setiap peraturan yang dikeluarkan suatu daerah tetang tata ruang sudah jelas diatur. Mulai dari lokasi persawahan, pemukiman hingga bangunan industri, akan tetapi semua ini bagaikan angin lalu. Fakta dilapangan banyak lahan produktif dijadikan sebagai tempat berdirinya bangunan industri. Makanya tidak heran jika terjadi berbagaimacam bencana, mulai dari kekeringan hingga pencemaran limbah industri yang mengancam kehidupan.

Limbah yang dihasilkan lambat laun kan mencemari lahan-lahan pertanian masyrakat. Jika ini sudah terjadi maka bersiaplah untuk menunggu gagal panen. Logam berat yang terbawa dari limbah akan mengancam kesuburan tanah. Begitu juga dengan bangunan hotel yang menyebabkan pasokan air tanah berkurang, karena setiap detik terus menerus disedot guna memenuhi kebutuhan masing-masing hotel.

***

Masih banyak lagi faktor pemicu terjadinya menurunnya kualitas tanah. Mulai saat ini kita harus bijak terhadap lingkungan sekitar kita. Hal yang paling sering kita lakukan tanpa menyadarinya adalah membuang sampah sembarangan. [SR]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *