Habibi: Sosok Muda untuk Lombok Timur yang Lebih Baik

Bulan Oktober awal merupakan waktu mulainya tersebar berbagai foto dari berbagai bakal calon pemimpin daerah. Foto-foto tersebut tidak hanya berseliweran di dunia nyata namun juga di dunia maya seperti media sosial. Maklum, Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak akan segera digelar. Oleh karena itu, penyebaran foto-foto tersebut merupakan salah satu cara terbaik untuk mengenalkan diri bagi para bakal calon. Selain bakal calon Gubernur, foto-foto dari bakal calon Bupati juga tak kalah banyak. Dari sekian banyak foto pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati untuk kabupaten Lombok Timur, ada salah satu foto yang menjadi perhatian penuh. Terlihat senyuman manis pasangan bakal calon yang mengenakan pakaian putih dengan gaya energik saling berhadapan. Senyuman itu seolah-olah menginstruksikan kepada masyarakat untuk mengenal lebih jauh siapa dirinya. Ternyata, salah satu dari kedua calon tersebut yang digadangkan sebagai Wakil Bupati adalah seseorang yang tidak lah asing bagi saya pribadi.

Putrawan Habibi. Seorang pemain baru yang wajahnya bisa dibilang asing di dunia perpolitikan NTB namun sangat familiar di kalangan sosial maupun lembaga-lembaga sosial. Habibi, panggilan akrabnya, merupakan bakal calon Wakil Bupati yang siap bertarung bersama Ali Masadi yang tidak lain adalah calon bakal Bupati Lombok Timur. Sejak Oktober lalu, Ali Masadi sudah menyatakan diri untuk menjadikan Habibi sebagai pendampingnya. Salah satu pertimbangan Ali Masadi memilih Putrawan Habibi adalah karena Habibi diyakininya merupakan figure muda yang religius, cerdas dan berwawasan luas.

Tahun 1985 adalah tahun kelahiran Putrawan Habibi. Terlahir di keluarga Tuan Guru Haji Mutawalli (kakek) membuat Habibi mengenal dan mempelajari ilmu agama sejak dini. Sosok biasa dan sederhana yang dia tampilkan membuat dirinya mudah diterima oleh semua kalangan masyarakat, dari amaq kangkung sampai ‘Bapak-bapak berdasi’.

Selama ini, Habibi banyak terlibat di pengembangan Sumberdaya Manusia melalui lembaga-lembaga sosial maupun dengan terjun secara langsung ke masyarakat. Bukan hanya masyarakat biasa pada umumnya, namun juga masyarakat yang cenderung memiliki kebiasaan buruk turut menjadi sasaran ilmu dan pengalaman yang dia miliki. Yayasan Rehabilitasi Tuna Sosial dan Orang Terlantar yang berlokasi di Bukit Keramat Kecamatan Pringgabaya adalah salah satu contoh di mana Habibi mengabdikan ilmu dan pengalamannya dengan berstatus sebagai Pembina di yayasan tersebut.

Bukan hanya di dunia sosial, namun Habibi juga aktif dalam sektor pariwisata berkelanjutan mengingat Lombok adalah salah satu dari sekian banyak pemilik destinasi wisata terbaik dunia. Habibi mendirikan sebuah konsep eko-wisata yang bernama EcoFarm Lombok Bukit Keramat yang berbasis masyarakat dengan mengedepankan kondisi lahan pertanian.

Sedikit ulasan tentang Ecofarm ini. Berdirinya ecofarm berkaitan erat dengan kesenjangan sosial (Kemiskinan) yang melanda di daerah sekitaran Lombok Timur terutama didaerah peringgabaya yang merupakan lokasi dengan segudang permasalahan seperti kekurangan air, pola pertanian yang masih tradisional, hingga sulitnya mencari lapangan kerja. Lahan kering yang begitu luas mampu Ia sulap menjadi areal bagi siapa saja yang ingin belajar atau mengaplikasikan ilmunya serta menggali informasi seputar pertanian.Tidak heran, jika berkunjung ke tempat ini kita akan banyak menjumpai tamu dari dalam maupun luar negeri.

Foto Habibi bersama Prof. Emil Salim Mantan Menteri Ekonomi Orde Baru. Habibi bertemu dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah NTB pembahasan tentang Strategi Ketahanan Pangan dan Adaptasi Perubahan Iklim

Tidak hanya itu, Habibi juga kerap kali terlibat pada lembaga-lembaga besar dunia, sebut saja World Food Programme (WFP), CSIRO, World Bank hingga UNDP. Dalam kiprahnya di organisasi dunia, Habibi melahirkan karya yang begitu penting untuk masyarakat seperti buku-buku dan puluhan jurnal internasional. Salah satu buku yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya, adalah buku yang berjudul “Ketahanan Pangan di NTB”.

Dari bidang-bidang yang Habibi tekuni, yang menjadi fokus utamanya adalah pertanian. Hal ini sesuai dengan bidang keilmuan yang diperoleh semenjak duduk di bangku kuliah. Lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Mataram dengan jurusan Ilmu Tanah dan dilanjutkan ke jenjang Master di Fakultas Pertanian Jember dengan mengambil jurusan Agronomi. Selama berkuliah di Jember, habibi juga berkesempatan belajar di University of the Philipphines Los Banos untuk mendalami pertanian dan lingkungan sehingga membawa dirinya mendapatkan predikat  sangat memuaskan dari universitas tersebut.

Tidak terhenti sampai di situ, Habibi melanjutkan lagi untuk terus menimba ilmu di luar negeri melalui beasiswa yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia kerjasama CSIRO-AusAid dan Universitas Mataram. Southern Cross University di Australia menjadi pilihannya dan mengambil jurusan ilmu dan manajemen lingkungan. Tapi sangat disayangkan perjalannya terhenti di tengah jalan. Terhentinya pembiayaan mejadi Factor penyebabnya. Tidak hanya itu hubungan Australia dan Indonesia yang kurang baik kala itu juga menjadi penyebabnya.

Dengan diterbitkannya puluhan artikel ilmiah internasional yang ditulis bersama para peneliti dunia membuat nama Habibi semakin dikenal secara global. Jurnal yang dibuat berkaitan erat dengan lingkungan, gender, sosial dan kebijakan.

Foto Habibi bersama Mantan Gubernur Banten Rano Karno, dalam acara seminar internasional tentang pariwisata berkelanjutan.

Hal ini menyebabkan Habibi seringkali diundang untuk mengisi acara diskusi tingkat Nasional maupun Internasional untuk berbicara tentang isu strategis dunia salah satunya tentang perubahan iklim dan gender. Baru-baru ini, Habibi dipercaya oleh kementerian pariwisata sebagai konsultan untuk Pariwisata Berkelanjutan.

Kepiawaian Habibi dalam bersosialisasi dan membangun relasi sudah tidak diragukan lagi, karena alumni MAN 1 Selong ini, sejak mahasiswa sudah menunjukkan keaktifannya di dunia organisasi. Mulai dari organisasi di kampus sampai pada organisasi di tatanan nasional. Dari sini lah ia mulai belajar tentang dunia politik.

***

Dari sekian banyak ilmu dan pengalamannya, ini lah saatnya Habibi menunjukkan pada masyarakat Lombok Timur bahwa Ia siap mengabdi untuk membangun Lombok Timur ke arah yang lebih baik. Dengan tekat bulat, ia siap bertarung di kancah perpolitakan melalui jalur independen berpasangan dengan sosok dermawan, religious dan cerdas yaitu Ali Masadi. Ali Masadi merupakan seorang notaris  yang memiliki seabrek pengalaman di dunia perpolitikan. Ia pernah berkiprah di lingkaran perpolitikan Lombok Timur melalui salah satu partai pendukung dan menduduki bagian penting di gedung legislatif (DPRD)Lombok Timur. Dan saat ini mantan pejabat protokol Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendaftar kan diri sebagai calon bupati melalui jalur independen.

Lombok Timur yang merupakan kabupaten terpadat di Nusa Tenggara Barat, sangat membutuhkan pemimpin muda yang memiliki pemikiran inovatif dan visioner, mengingat kekayaan Lombok Timur yang bukan hanya dalam hal pariwisata yang mendunia namun juga terkenal akan hasil bumi nya (Pertanian). Sosok Ali dan Habibi pemimpin muda sangat dibutuhkan, terlebih Habibi yang memiliki pengalaman di bidang terpenting pembangunan demi kemajuan Lombok Timur yang lebih baik. [SR]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *