Berwisata Religi di Bumi Seribu Masjid

Menurut cerita sejarah perkembangan islam di pulau Lombok, bahwa islam mulai masuk ke tanah Lombok di bawa oleh pangeran Prapen atau yang dikenal dengan sebutan sunan Giri. Si pangeran ini merupakan utusan dari pulau Jawa.  Pengaruh Pangeran Prapen terasa hingga ke daerah-daerah. Mulai dari ujung Selatan hingga ke utara dan Barat ke timur. Pergerakan islam di pulau Lombok terlihat dari peninggalan jejak da’wah yang di jalankan saat itu seperti masjid-masjid, kuburan yang tidak terlepas dengan nuansa ke islaman. Berawal dari itu, islam berkembang pesat hingga saat ini. Ribuan masjid menghiasi pulau ini.  Setiap Desa bahkan Dusun memiliki bangun tempat beribadah. Tidak tanggung-tanggung bangunan ini di bangun dengan bentuk yang megah dan permanen, inilah kenapa Lombok di beri julukan Pulau Seribu Masjid. Tidak heran jika Berwisata dan Ritual keagamaan (Islam) di pulau Lombok memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Pariwata Lombok berkaitan erat dengan hal demikian.

Terlepas dari sejarah penyebaran islam di daratan suku Sasak.  Industri pariwisata belakangan ini diyakini menjadi peluang pasar yang sangat besar dan memiliki dampak signifikan bagi peningkatan perekonomian suatu daerah yang melakukan kegiatan tersebut.

Lombok sebuah pulau dengan bentang alam yang sangat indah dan memiliki beragam budaya menjadi sebuah daya tarik bagi pengembangan industri pariwisata. Berbagai macam upaya dilakukan oleh pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) kaitannya dengan pariwisata. Belakangan ini muncul konsep baru yang membawa Lombok semakin dikenal oleh masyarakat dunia.

Wisata halal sebuah konsep wisata yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat muslim baik domestik maupun mancannegara. Dengan adanya konsep ini tidak lantas, usaha wisata yang lain dikatakan tidak halal. Hanya saja yang menjadi target utama dalam industri pariwisata ini adalah muslim. Melalui konsep wisata halal mampu membedakan mana yang boleh dan tidak sesuai ajaran islam, mulai dari makanan, minuman, tempat penginapan hingga penyediaan fasilitas berupa tempat ibadah dan Fasilitas penunjang lainnya harus sesuai syariat islam. Pada intinya pelayanan wisatawan merujuk pada aturan-aturan Islam. Beranjak dari hal tersebut, Lombok sendiri sudah dua kali mendapatkan penghargaan  dalam ajang World Halal Travel Awards 2015  dan World Halal Tourism Award (WHTA) 2016.  

Sebagai daya tarik para wisatawan, berbagai upaya juga mulai di galakkan. Salah satunya adalah pesona Khazah Ramadhan. Berwisata pada bulan Ramadhan terkadang menjadi penghalang sebagian orang. Tapi hal demikian tidak dengan Pulau Lombok. Berkunjung ke pulau Lombok ibarat melakukan perjalanan spiritual. Wisatawan melakukan perjalanan ke tempat-tempat  religius. Para wisatawan  yang berkunjung ke pulau Lombok pada bulan Ramadhan akan merasa terlibat langsung  dalam praktik keagamaan. Hal semacam ini saya istilahkan dengan religion tourism.

Berbagai macam hal kaitannya dengan islam dapat dipelajari dan ini dijadikan sebagai sebuah pengalaman bagi wisatawan. Bagaimana tidak para wisatawan selain menikmati keindahan alam pulau Lombok  mereka mendapatkan informasi tentang destinasi wisata dan ilmu agama.

Dalam bulan puasa (1 bulan Penuh) wisatawan yang berkunjung ke pulau Lombok akan mendapatkan berbagai macam bentuk  acara, mulai dari Kegiatan ibadah, Pameran dan Bazar. Kegiatan ibadah yang diadakan di Lombok mulai dari kegiatan sahur hingga sahur lagi. Untuk menambah ilmu pengetahuan masyarakat dan para pengunjung (wisatawan), pemerintah NTB mendatangkan para imam besar dari Timur Tengah. Pokoknya datang ke lombok pas Ramadhan pengunjung mendapatkan banyak hal. [SR]

5 thoughts on “Berwisata Religi di Bumi Seribu Masjid

  • June 14, 2017 at 4:12 pm
    Permalink

    Pulau 1000 masjid! Hahaha jadi ingat pas pertama datang, kaget saya lihat begitu banyaknya masjid di Lombok

    Reply
    • June 16, 2017 at 8:50 am
      Permalink

      Belum lagi ke daerah Lombok Timur Daeng. kurang lebih 3000 masjid tersebar. dan setiap dusun memiliki masjid. kayak di kampung saya jarak 300 meter ada masjid. dan itu pun setiap ada waktu sholat selalu ramai. tidak di gilir

      Reply
  • June 15, 2017 at 7:48 pm
    Permalink

    Pas banget dah jadikan Lombok sebagai destinasi wisata religi.

    Makam kyai, pesantren sana-sini dan ribuan masjid di pelosok pulau.

    Reply
    • June 16, 2017 at 8:52 am
      Permalink

      terimakasih banyak sudah mampir..
      tinggal pilih mau belajar ngaji pasti ada. belajar apapun ttg agama ada di lombok.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *