ANAK MUDA SIAP MEMIMPIN LOMBOK TIMUR

Tidak sedikit yang berpendapat bahwa, anak muda tidak bisa menjadi pemimpin yang terikat dalam struktur kepemerintahan. Justru sebaliknya, dari mulut dan tindakan anak muda lah tercetus sebuah gagasan untuk bagaimana membangun bangsa ini. dari tangan anak muda lah tatanan negara ini bisa terwarisi hingga saat ini. Ini bukan saatnya membuka buku sejarah, tapi sudah saatnya kita mendukung upaya yang dilakukan oleh anak muda guna membangun bangsa ini. Sejarah sudah jelas mencatat peran anak muda untuk bangsa ini.

Seperti halnya sosok anak muda yang merelakan waktu dan masa mudanya untuk digunakan demi pembangunan kabupaten tempat iya dilahirkan dan dibesarkan. Sejak pertengahan tahun 2017, terlihat gambar besar dilengkapi caption yang bertuliskan ANAK MUDA SIAP MEMIMPIN LOMBOK TIMUR. Sejak itulah tercatat adanya generasi muda yang siap membangun Lombok Timur dan ikut serta dalam ajang pemilihan kepala daerah. Ini dimaksudkan bahwa anak muda harus ambil bagian dalam mengubah tatanan kehidupan masyarakat Lombok Timur ke arah yang lebih baik.

Perubahan identik dengan kerja keras dan menciptakan terobosan-terobosan terbaru, berpikir kreatif dalam menyikapi tantangan yang ada dalam upaya membangun peradaban, semangat mengabdi pada masyarakat dibuktikan dengan terus bergerilya keliling pelosok Lombok Timur itulah yang selalu dikerjakan Habibi (panggilan akrab). Selain itu, mendengar aspirasi warga dan juga selalu ingin terjun langsung ke masyarakat bukti bahwa Putrawan Habibi mempunyai semangat perubahan khas ala anak muda. Intinya bahwa pemuda seperti Habibi adalah pemimpin zaman now yang dibutuhkan oleh Lombok Timur.

Baca profil Putrawan Habibi di sini

Bukan berarti yang tua tidak ikut campur dalam pembangunan. Justru dengan hadirnya anak muda akan membawa perubahan. Salah satu contoh nyata yang saat ini masih kita saksikan dan rasakan adalah kepemimpinan TGB. H. M. Zainul Majdi atau yang akrab sapa Tuan Guru Bajang yang sukses memimpin selama dua periode. Beliau sejak umur 37 sudah memimpin Propinsi Nusa Tenggara Barat. Mememang pada awal-awal pencalonan beliau sempat diragukan kinerjanya, akan tetapi semua pikiran negatife tetang itu terbantahkan dengan kemapuan yang dimiliki. Muda cerdas dan religius itulah harapan masyarakat. Dan masih banyak lagi contoh pemimpin muda yang berhasil memimpin daerahnya sendiri.

Jadi, anggapan anak muda yang kurang pengalaman dan dianggap tidak pantas untuk memimpin Lombok Timur sangatlah bertolak belakang dengan kenyataan, pengalaman tidak memandang usia, dan pengalaman bukan hanya kepunyaan orang tua, dan juga keberhasilan bukanlah monopoli kepunyaan orang tua, mengaca pada pengalaman para pemimpin muda yang sukses, Habibi bisa jadi alternatif pemimpin Lombok Timur yang mendampinggi Ali Masadi, yang juga masih terbilang muda. Ali Masadi selaku calon Bupati juga sosok yang energik yang memiliki segudang gagasan yang visioner untuk membangun Lombok Timur. Kedua pasangan muda ini sangat cocok dan dibutuhkan untuk kabupaten yang memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah. Pasangan ini mengusung perubahan yang adil dan sejahtera bagi Lombok Timur. Membangun Lombok Timur dari desa adalah salah satu program unggulannya.

Saatnya yang muda maju menjadi pemimpin mewujudkan cita-cita masyarakat.  Soekarno pernah berkata saat itu “Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, sedangkan satu pemuda dapat mewujudkan mimpi mereka.” [SR]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *