10 Taman Baca Untuk Anak Lombok Timur

Pendidikan seharusnya dirasakan merata oleh setiap elemen masyarakat dari akar hingga pucuknya. Namun fakta di lapangan memberikan kesimpulan bahwa pendidikan hanya berfokus pada daerah kota. Memang, di daerah tertingggal sudah banyak lembaga pendidikan formal yang dibangun, akan tetapi kualitasnya rata-rata jauh dari kata memadai. Kesediaan perpustakaan atau buku-buku bacaan yang berkualitas sangat jarang ditemui di sekolah-sekolah yang berada di pelosok negeri, Pulau Lombok salah satunya. Ini membuktikan bahwa masyarakat di pelosok jauh dari fasilitas baca. Maka tak heran, Indonesia menjadi negara dengan budaya baca yang masih tergolong rendah. Berbicara mengenai hal ini, perlu diingat bahwa selain faktor fasilitas, minat baca masyarakat juga menjadi faktor penting yang wajib didiskusikan.

Taman Baca Masyarakat (TBM) hadir sebagai salah satu solusi yang tergolong efektif untuk mengembangkan budaya baca. TBM merupakan tempat mengakses berbagai bahan bacaan seperti buku pelajaran, buku keterampilan praktis, buku pengetahuan, buku keagamaan, buku hiburan, karya-karya sastra serta bahan bacaan lainnya untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan demi peningkatan wawasan serta produktivitas masyarakat.

Pondok Inspirasi Lombok (PIL) adalah salah satu organisasi di Lombok Timur dengan salah satu programnya adalah mendirikan TBM. Saat ini, PIL sudah dan sedang menjalankan satu TBM yang berada di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Dalam TBM ini, bukan hanya buku bacaan yang disediakan namun juga berjalannya berbagai kegiatan positif dan mendidik dalam TBM ini menjadi power tersendiri dalam meningkatkan minat baca masyarakat sekitar.

Selain TBM, program yang dijalankan PIL adalah LiteraTour yang berarti trip literasi. Selama menjalankan program ini, sudah banyak fakta lapangan yang ditemui bahwa daerah-daerah pelosok khususnya di Lombok Timur sangat jauh dari fasilitas pendidikan yang layak. Hampir semua daerah pelosok tidak memiliki akses buku bacaan berkualitas bagi masyarakatnya terutama anak-anak. Bahkan, ada beberapa daerah yang sekolahnya tidak memiliki perpustakaan. Hal ini menjadi keperihatinan tersendiri mengingat membaca adalah langkah awal mengenal dunia,

PIL mencoba menghapus masalah ini dengan mengupayakan pendirian 10 Taman Baca yang nantinya akan dikelola di 10 titik lokasi di Lombok Timur yang menjadi perhatian utama PIL. PIL memilih 10 lokasi ini dengan beberapa pertimbangan seperti jauhnya masyarakat dari fasilitas membaca dan akses mendapatkan buku bacaan (toko buku) yang lumayan jauh, hanya ada di kota Mataram saja dengan jarak tempuh ratusan kilometer. Selain itu, masyarakat di daerah-daerah tersebut rata-rata berpendidikan rendah sehingga mempengaruhi minat baca. Belum lagi, kondisi ekonomi masyarakat di sana rata-rata menengah ke bawah yang tergolong jauh dari sejahtera dan hanya mengandalkan hasil pertanian, perladangan, peternakan, buruh kasar  dan hasil tangkapan ikan. Penghasilan dari jerih payah mereka hanya diperuntukkan untuk bertahan hidup sehari-hari saja. Sehingga bisa dikatakan, untuk membeli buku bacaan mereka mungkin tak sanggup. Semua  mereka serahkan ke sekolah di mana anak-anak mereka mendapatkan pendidikan. Mereka melepas harapan dari buku pelajaran yang terbatas yang dimiliki oleh guru yang mengajar anak-anaknya.

Pendirian 10 Taman Baca ini dikhususkan untuk masyarakat dan anak-anak di daerah pelosok dengan tujuan memberikan kemudahan dan bantuan dalam mendapatkan akses berbagai bentuk keperluan penunjang pendidikannya, terutama permasalahan buku.

Cara berdonasi bisa dilihat pada poster di bawah:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *